Blogger Widgets irwan17blog: November 2016

Jumat, 25 November 2016

Permainan 2 : Tebak Angka Dalam Tabel

Permainan ini memerlukan media kartu yang telah berisi angka-angka. Dengan berperan sebagai seseorang yang bisa menerima telepati dari orang lain, Anda akan menunjukkan kekuatan pikiran Anda.
Caranya ;
1. Mintalah teman Anda memikirkan sebuah bilangan antara 1 dan 63.
2. Kemudian tunjukkan 6 (enam) buah kartu ini kepadanya dan tanyakan apakah angka yang dipikirkannya terdapat pada kartu yang Anda tunjukkan satu persatu?
3. Apabila ada, harap diingat baik-baik kartu yang disebutkannya mengandung angka yang dipikirkan teman Anda.
4. Setelah kartu terakhir ditunjukkan,Anda dapat mengetahui bilangan yang dipikirkan teman Anda
Kartu-kartunya adalah ;
untitled11


















Simulasi ;
Teman Anda misalkan memikirkan angka 24.
Tentunya ketika Anda menunjukkan kartu 1-6 satu persatu, ia akan menyatakan bahwa angka yang dipikirkannya ada pada kartu no. 4 dan 5, sedangkan pada kartu yang lain tidak ada. Dari pernyataannya tersebut, kita sudah tahu bahwa angka yang ada dipikirannya adalah 24.
Kuncinya;
Kuncinya adalah angka pertama pada kartu.
Contoh apabila dikatakan bahwa angka yang ada dipikirannya teman Anda hanya ada pada kartu no.4 dan 5. Maka pada kartu tersebut angka awalnya adalah 8 dan 16. Sehingga apabila dijumlah = 24 yang merupakan angka dari pikiran teman Anda.
sumber : sumurnya

Permainan 1 : Tebak Angka Dalam Tabel

Permainan angka merupakan salah satu cara menumbuhkan minat dan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran terutama pembelajaran Matematika. Seringkali kita sebagai pendidik terjebak dalam rutinitas pembelajaran klasikal, formal, tanpa mengabaikan minat dan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran sehingga membuat mereka jenuh dalam mengikuti proses belajar mengajar. Permainan angka ini dapat digunakan sebagai apersepsi untuk materi pembelajaran tertentu yang berkaitan atau dapat pula berfungsi sebagai pengayaan dalam memperkuat konsep dan logika operasi hitung tertentu. Implementasi permainan angka pula merupakan upaya mengembalikan hakikat pembelajaran matematika yang tidak hanya menitikberatkan terhadap pembelajaran simbol dan rumus belaka melainkan pula problem solving (pemecahan masalah) dan penalaran logika.
Berikut ini merupakan permainan angka dengan menebak pilihan angka rahasia dalam tabel. Dimana seorang peserta didik diminta untuk memilih salah satu angka yang dirahasiakan pada tabel yang disajikan, kemudian guru menebaknya, peserta didik mengamati polanya, mendiskusikan untuk memahami pemecahan masalahnya, jika telah memahami mempraktekan bersama teman lainnya di kelas. Langkah detai permainan angka menebak pilihan angka rahasia dalam tabel adalah sebagai berikut.
  1. Menyajikan tabel angka. Tabel terdiri dari tabel A, B, C, D, E, … (terserah guru menyajikan berapa tabel, selanjutnya bisa dikembangkan sendiri sesuai dengan perkembangan peserta didik). Tabel pada kesempatan ini disajikan lima tabel terdiri atas angka 1 sampai dengan 31. Rinciannya, antara lain:Tabel Menebak Angka
  2. Pesera didik diminta untuk memilih salah satu angka yang terdiri atas angka 1 sampai dengan 31 dalam tabel secara rahasia (tidak diungkapkan, dalam hati).
  3. Guru bertanya kepada peserta didik perihal tabel mana saja yang memuat angka tersebut.
Contoh:
Guru : Pada tabel A, angka tersebut ada tidak?
Peserta didik: Ada
Guru : Pada tabel B, angka tersebut ada tidak?
Peserta didik: Tidak
Guru : Pada tabel C, angka tersebut ada tidak?
Peserta didik: Ada
Guru : Pada tabel D, angka tersebut ada tidak?
Peserta didik: Tidak
Guru : Pada tabel E, angka tersebut ada tidak?
Peserta didik: Ada
  1. Guru menebak angka yang dirahasiakan tersebut, dengan cara:
Lihat tabel yang memuat ada pada dialog di atas yaitu A, C, E.
Perhatikan angka pertama pada tabel tersebut (lihat tabel di atas)
A = 1
C = 4
E= 16
Angka yang dirahasiakan = 1 + 4 + 16 = 21
Dengan kata lain
Angka yang dirahasiakan = Jumlah angka-angka pertama pada tabel yang memuat ada angka tersebut
  1. Setelah dilakukan secara bergiliran, buatlah simulasi terbalik, peserta didik sebagai guru dengan menebak angka, dan guru menjadi peserta didik memilih angka pada tabel. Buat mereka memahami pola dan cara memecahkan masalahnya secara terbimbing.
  2. Setelah peserta didik memahami pola dan cara menebaknya, mereka diminta untuk mempraktekan dengan teman di kelasnya. Lakukan berulang-ulang sebagai penguatan konsep.
  3. Membuat kesimpulan bersama tentang pembelajaran permainan angka tersebut.
Selamat mencoba !
sumber : sumbernya

Kamis, 17 November 2016

PENGERTIAN, FUNGSI DAN JENIS MEDIA

Biar enak untuk belajar, akhirnya saya share ilmu yang ada di GPO kelas saya. Pembahasan kali ini yakni tentang MEDIA

Pengertian Media

Kata media berasal dari bahasa latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang berarti “pengantar” atau “perantara” istilah tersebut menunjuk kepada sesuatu yang membawa infomasi antara sumber (pengirim pesan) dan penerima pesan (Smaldino dkk., 2005: 9 – 10). Sedangkan Hamidjojo dalam Latuheru (1993) memberi batasan media sebagai semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan, atau pendapat, sehingga ide, gagasan, atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju. Selain itu, Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.

Jenis Media

Menurut Smaldino dkk. (2005: 9 - 10), Ada 6 jenis media yang pokok yang digunakan dalam pembelajaran:
Teks
Merupakan media yang paling umum digunakan. Teks adalah karakter-karakter alphanumeric (angka dan abjad) yang mungkin ditampilkan dalam berbagai format seperti buku, poster, papan tulis, layar komputer.
Audio (suara)
Ini juga media yang umum digunakan. Audio mencakup segala bentuk yang dapat didengar, misal suara orang, musik, suara-suara mekanis (menjalankan mesin mobil) dan sebagainya.
Visual
Visual biasanya digunakan untuk mempromosikan pembelajaran yang meliputi diagram pada poster, gambar pada papan tulis, foto, grafik pada buku, gambar kartun dan sebagainya.
Media bergerak
Ini adalah media yang menunjukkan suatu yang bergerak, mencakup video, animasi, dan sebagainya.
Media yang dapat dimanipulasi
Media yang dapat dimanipulasi adalah objek 3 dimensi dan dapat disentuh dan dipegang oleh siswa. Contoh : media yang dapat dimanipulasi alat peraga dan permainan loncat katak.
Orang
Orang adalah perantara penyampai pesan, oleh sebab itu orang yang termasuk sebagai media pembelajaran adalah guru, siswa atau pakar di bidang tertentu (SME – Subject Matter Expert). Siswa dapat belajar dari guru, siswa yang lain dan orang dewasa yang lain.

Alat Peraga sebagai Media Pembelajaran

Salah satu media pembelajaran yang dapat membantu dalam proses pembelajaran adalah media yang berbentuk alat peraga
Gerakan fisik merupakan salah satu dasar dalam belajar. Untuk belajar secara efektif, siswa harus ikut berpartisipasi dalam kegiatan, bukan hanya sebagai penonton. Manipulasi peralatan yang digunakan dalam pembelajaran harus dapat mengabstraksikan suatu ide atau model. Kontak dengan benda nyata dapat membantu pemahaman terhadap ide-ide abstrak. Van Engen menegaskan peran sensory learning dalam pembentukan konsep. Reaksi terhadap dunia benda konkret merupakan dasar darimana struktur ide-ide abstrak muncul (Jackson & Phillips, 1973: 302). Lebih lanjut, guru perlu merancang aktivitas belajar yang memanfaatkan benda fisik, memfasilitasi terjadinya interaksi sosial, dan memberi kesempatan siswa untuk berpikir, memberi alasan, dan membentuk kesadaran akan pentingnya matematika, bukan hanya diceritakan oleh guru (Burns, 2007: 32). Benda fisik dalam pernyataan ini dapat diartikan sebagai benda yang dapat membantu siswa dalam membangun pengetahuan.

Rangkuman

Kata media berasal dari bahasa latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang berarti “pengantar” atau “perantara” istilah tersebut menunjuk kepada sesuatu yang membawa infomasi antara sumber (pengirim pesan) dan penerima pesan (Smaldino dkk., 2005: 9 – 10). Sedangkan Hamidjojo dalam Latuheru (1993) memberi batasan media sebagai semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan, atau pendapat, sehingga ide, gagasan, atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju. Selain itu, Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar.
Menurut Smaldino dkk. (2005: 9 - 10), Ada 6 jenis media yang pokok yang digunakan dalam pembelajaran: Teks, Audio (suara), Visual, Media bergerak, Media yang dapat dimanipulasi, Orang
Berdasarkan fungsinya, media pembelajaran dapat berbentuk alat peraga dan sarana.
Demikian adalah materi yang disampaikan pada sesi ini, selanjutnya peserta diminta untuk mengerjakan lembar kerja pada halaman berikutnya.
sumber : sumber